Ingin Hamil Lagi tapi Trauma Operasi Caesar Sebelumnya

Ingin Hamil Lagi tapi Trauma Operasi Caesar Sebelumnya

Editor    : Dini

Tanggal : Senin, 15 Agustus 2016

Berbagi :

Tabloid-Nakita.com - "Dokter Judi, saya (31 tahun) sudah dikaruniai seorang putri (3 tahun) yang lahir caesar karena usia kelahiran sudah lewat 3 hari dan ketuban bagian bawah menurut dokter di klinik sudah mulai bocor. Untuk itu diambil tindakan hari itu juga. Alhasil saya harus di-caesar dengan kondisi tekanan darah tinggi saat itu (140/110). Jahitan caesar sampai saat ini masih suka gatal, jahitan menyembul dan tidak rata. Terus terang saya trauma dengan kejadian itu karena kelihatannya gawat, terbukti dokter dan suster terlihat "heboh". Semua keluarga juga sudah dipanggil.  Di lain sisi, saya masih ingin hamil lagi. Apakah saya akan menghadapi risiko yang sama? Mohon penjelasan dokter Judi. Terima kasih. (Angela – via email, Teluk Betung, Lampung)

Nah, bagaimana jika Mama ingin hamil lagi tapi trauma dengan operasi caesar pada persalinan sebelumnya?

Operasi caesar selalu menjadi pilihan terakhir bila persalinan normal tidak dapat dilakukan. Dokter Ibu yang paling mengetahui kondisi saat itu sehingga diputuskan untuk operasi caesar.

Interval antarkehamilan menentukan apakah persalinan berikutnya dapat dicoba normal atau harus caesar kembali. Bila jarak kehamilan kurang dari satu tahun, maka harus dilakukan operasi caesar ulang karena penyembuhan lukanya dianggap tidak optimal. Bila kehamilan berjarak 2 – 4 tahun, ini dianggap ideal dan bisa dicoba persalinan normal.

Penyembuhan luka operasi tergantung pada banyak faktor, misalnya kesehatan ibu, pemilihan benang jahit, teknik operasi, emergensi atau tidak, dan ada tidaknya bakat keloid pada ibu. Keloid adalah tumbuhnya jaringan baru yang berlebihan pada daerah yang mengalami luka. Pertumbuhan jaringan akan berlebihan pada pasien yang mempunyai bakat keloid. 

Sebelum Ibu hamil lagi, sebaiknya melakukan konseling prahamil untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar kehamilan dan persalinan berikut, Insya Allah normal dan sehat. Demikian jawaban dari saya. Terima kasih atas pertanyaannya.

Asuhan: Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, Subbagian Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi FK UPN Veteran/RSPAD Gatot Subroto

PENULIS

Dini