Hormon Tiroid Kurang Sebabkan Sulit Hamil

Hormon Tiroid Kurang Sebabkan Sulit Hamil

Editor    : Faras

Tanggal : Minggu, 22 Juni 2014

Berbagi :

 

Kekurangan hormon tiroid (hipotiroid) dapat menghambat proses kehamilan, lantaran si ibu tak kunjung subur.

 

Penderita hipotiroid kerap tidak menyadari dirinya menderita gangguan ini. Padahal kekurangan hormon tiroid dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh sehingga menyebabkan sel telur tidak matang. Jadi, jangan-jangan inilah yang menjadi penyebab Anda sulit hamil selama ini.

Sebaiknya Anda mengonsultasikan ke dokter bila menemukan gejala-gejala hipotiroid di bawah ini:

- Rasa letih dan lesu berkepanjangan.

- Lemah ingatan.

- Kaki atau tangan sering lemas saat bertumpu. 

- Sering mengalami kejang otot pada kaki dan tangan.

- Mengalami ketidaksuburan.

- Terjadi pembengkakan pada leher (akibat pembesaran kelenjar tiroid).

- Berat badan meningkat karena proses metabolisme tidak lancar.

- Suara parau.

- BAB tidak lancar atau kerap sembelit.

- Darah haid keluar terlalu banyak

- Kulit kering, berkeriput, dan kekuning-kuningan.

- Rambut menipis

- Muka bengkak (puffy face).

- Sering merasa pusing tanpa sebab jelas.

- Saat diperiksa, denyut nadi mengalami perlambatan dan tekanan darah meningkat.

 

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara pada pasien,  penelusuran sejarah keluarga, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, juga pemeriksaan USG ataupun scan-tiroid.  Jika dari pemeriksaan lab hormon tiroid rendah, sementara TSH (Tyroid Stimulating Hormon) tinggi, pertanda Anda memang kekurangan hormon tiroid. Namun jika sebaliknya, berarti mengidap penyakit hipotiroid subklinikal dan tetap berisiko terkena masalah hipotiroid, sehingga butuh perawatan tertentu.

PENYEBAB HIPOTIROID

  • Penyebab utama hipotiroid adalah radang yang terjadi di kelenjar tiroid (Hashimoto tiroiditis atau tiroiditis kronik). Diperkirakan, hampir 5 per 100 individu dewasa, terutama wanita produktif, mengalaminya. Radang ini sejenis penyakit keturunan yang tak menimbulkan keluhan sakit.
  • Pembedahan tiroid atau radiasi radioaktif iodin. Keduanya merusak kelenjar-kelenjar penghasil tiroid.
  • Keturunan sejak lahir. Diduga satu dari 4.000 bayi yang dilahirkan, memiliki kelenjar tiroid yang tidak berfungsi lantaran tak ada enzim yang dapat memproses hormon tiroid.
  • Kekurangan iodin dalam makanan. Diperkirakan 100 juta manusia di seluruh dunia tak mendapat iodin yang cukup.
  • Penggunaan radiasi pada perawatan di kepala dan leher serta obat-obatan pada masalah kelenjar pituitari (kelenjar di dalam otak).   

PENGOBATAN HIPOTIROID

 Dengan perawatan tertentu, penyakit yang lebih banyak diderita kaum wanita ini, umumnya bisa ditangani dengan baik.

  • Dokter akan memberi beberapa alternatif pengobatan untuk menormalkan produksi hormon tiroid. Bisa lewat konsumsi pil/tablet atau melalui suntikan hormon.
  • Pengobatan dengan pil hormon tiroid dimaksudkan untuk membantu tubuh pasien mendapatkan jumlah hormon tiroid yang diperlukan. Kemungkinannya, pasien akan selamanya tergantung pada pil tiroid ini untuk menstabilkan produksi hormon tiroidnya.
  • Pengobatannya  harus sesuai takaran. Apakah sehari sekali atau dua kali, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. Jika berlebihan, hipotiroid akan berkembang jadi hipertiroid yang merupakan masalah baru buat si pasien. Sebaliknya, dosis yang kurang menyebabkan hipotiroid tak dapat tertangani dengan baik.
  • Hipotiroid yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan  komplikasi, di antaranya peningkatan berat badan atau obesitas, peningkatan kolesterol, pembengkakan jantung (karena dipaksa bekerja terus menerus), dan sebagainya.

PENULIS

Faras