7 Kesalahan yang Sering Mama Lakukan Saat Ingin Hamil

7 Kesalahan yang Sering Mama Lakukan Saat Ingin Hamil

Editor    : Ipoel

Tanggal : Kamis, 3 Desember 2015

Berbagi :

Tabloid-Nakita.com- Ternyata, mencoba untuk hamil tidaklah mudah. Buktinya, banyak pasangan yang sudah bertahun-tahun mencoba, belum juga dikaruniai momongan.

Namun, ada Glade B. Curtis, M.D., dokter sekaligus penulis buku Your Pregnancy, Week by Week, yang memberitahukan kesalahan yang mungkin kita lakukan saat melakukan konsepsi, alias 7 kesalahan yang sering mama lakukan saat ingin hamil:

 

1. Panik dan stres

Anda mungkin pernah mendengar seorang teman yang sedang hamil berkata, "Semua ini terjadi saat aku berhenti merasa khawatir." Sebenarnya, bagi pasangan yang sudah mencoba segala cara selama bertahun-tahun dan usia semakin bertambah, menjadi panik adalah hal yang wajar.

Tapi, apa yang dikatakan teman Anda itu benar. Stres dan panik bisa menjadi faktor utama kegagalan proses pembuahan. Pasalnya, hormon kortisol yang keluar saat seseorang stres memiliki efek negatif terhadp ovulasi dan kesuburan.

"Rileks dan biarkan itu terjadi dengan sendirinya," kata Dr. Curtis. Bahkan, dia menganjurkan untuk Anda selalu ingat bahwa kehamilan adalah keajaiban yang terjadi di mana-mana. Hanya saja, giliran Anda belum tiba.

Baca : 6 fakta kondom yang mungkin belum Mama tahu

 

2. Terlalu banyak atau sedikit melakukannya

Dr. Curtis merekomendasikan Anda untuk melakukan hubungan seksual setiap hari atau setiap dua hari sekali selama masa subur.

Terlalu banyak melakukan hubungan intim akan menguras sperma terbaik pasangan Anda. Terlalu sedikit melakukannya, mungkin Anda akan kehilangan momen emas di mana seharusnya pembuahan terjadi.

 Baca : Cek masa subur dengan mengukur suhu tubuh. Ini caranya

3. Douching

Anda yang masih memakai teknik douche untuk membersihkan vagina? Pikirkan fakta ini: douche dapat bertindak seperti spermisida alias pembasmi sperma dan merusak pH normal vagina Anda. Jadi, mulai sekarang, hindari cara ini.

 Baca : Ingin payudara kencang? Jangan lakukan hal ini

4. Menyalahkan diri sendiri

Ketika bicara tentang infertilitas, wanita sering menyangka, dirinyalah yang tidak subur. Faktanya, menurut Dr. Curtis, 40 persen kasus infertilitas terjadi pada pihak pria, 40 persen pada wanita dan sisanya karena kombinasi kedua pasangan.

Jadi daripada menambah kadar hormon kortisol Anda, lebih baik Anda bersama pasangan berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebab infertilitas dan mencari solusinya.

 Baca : Nantinya, biaya bayi tabung mungkin hanya 2 juta

5. Salah perhitungan

Tidak paham cara menghitung masa subur adalah kesalahan paling populer para pasangan. Ya, pria juga perlu tahu masa subur pasangannya sebagai bentuk tanggungjawab. Bagi kebanyakan wanita, ovulasi terjadi di pertengahan siklus (siklus 28-32 hari).

"Atau 14 hari sebelum awal periode menstruasi. Jadi misalnya siklus menstruasi Anda adalah 24 hari, ovulasi terjadi kira-kira di hari ke-10 siklus bulanan. Perhitungan siklus bulanan dihitung dari hari pertama menstruasi bukan sebelum atau sesudahnya," jelas Dr. Curtis.

 

6. Langsung ke kamar mandi

Ada yang berkata, bahwa wanita yang sedang mencoba hamil, tidak boleh langsung lari ke kamar mandi setelah berhubungan seks.

Dr. Curtis membenarkan hal ini. Berbaringlah dulu selama 20-30 menit sambil mengganjal pinggul dengan bantal. Hal ini berguna supaya sperma tidak langsung jatuh ke lantai toilet, karena Anda terburu-buru membersihkan diri.

 Baca : Ingin punya anak? Lakukan cara ini

7. Mengabaikan keluhan kesehatan

Mungkin selama ini periode menstruasi Anda tidak teratur atau Anda menderita diabetes. Bagi Anda, mungkin hal ini adalah hal yang tidak perlu diperhitungkan karena Anda punya obat dari dokter, tubuh Anda tidak merasa sakit, atau penyakit Anda sudah lama tidak kambuh.

Tapi, jika  menyangkut usaha memiliki bayi, hal ini harus Anda katakan ke dokter kandungan. Mereka tentu tahu, apa efek samping kondisi kesehatan Anda terhadap upaya  memiliki bayi.

Kadang, tanpa bantuan dokter, Anda bisa hamil. Tapi bagaimana dengan kondisi kehamilan nantinya? Pasien diabetes yang hamil seharusnya dimonitor lebih ketat oleh dokter agar tidak terjadi komplikasi yang membahayakan ibu dan janin di dalam kandungannya.

Ingat, tidak merasa sakit belum tentu Anda sehat. Biarkan dokter memeriksa, mereka pasti akan mengupayakan  yang terbaik untuk Anda.

PENULIS

Ipoel