5 Pantangan Jika Belum Juga Hamil

5 Pantangan Jika Ingin Cepat Hamil

Editor    : Dini

Tanggal : Kamis, 20 Oktober 2016

Berbagi :

Tabloid-Nakita.com - Belum juga punya anak, bagi perempuan yang sangat mendambakannya, tentu akan menimbulkan perasaan campur-aduk. Sedih, kecewa, merasa bersalah, minder karena dinyatakan tidak subur, merasa tidak sempurna, dan lain sebagainya.

Apalagi, keluarga terus mendesak untuk mencari perawatan alternatif, sementara teman-teman menatap Mama dengan iba. Mama sendiri mulai lelah dan jenuh melakukan saran-saran yang diberikan, karena semuanya tidak membuahkan hasil. Ingin pasrah, tapi juga ingin tetap berusaha. Apa yang sebaiknya Mama lakukan?

Kalau hal ini terjadi pada Mama, ketahuilah bahwa ada pantangan jika ingin cepat hamil:

1. Mencari jawaban di internet
Mama sudah mengunjungi banyak dokter, tapi tak seorang pun yang rasanya bisa memuaskan keingintahuan Mama bagaimana agar cepat hamil. Akhirnya, Mama jadi rajin mencari jawaban atas masalah ketidaksuburan Mama di internet. Dan inilah pantangan nomor satu. Google memang menjadi sumber informasi yang hebat, namun untuk perawatan yang sesuai kondisi Mama, hanya dokter lah yang tahu mengapa Mama tidak kunjung hamil. Tidak ada pengganti untuk terapi yang diberikan oleh dokter, berdasarkan pengalaman dan kondisi yang Mama alami.

2. Membandingkan dengan teman yang punya anak
Mama merasa hidup begitu tidak adil ketika melihat seorang teman yang begitu mudahnya punya anak. Diam-diam Mama merasa cemburu, karena menganggapnya jauh lebih beruntung daripada Mama. Tetapi, berhentilah membandingkan kondisi Mama dengannya. Bagaimana pun juga, mereka bukan Mama. Mereka mungkin mempunyai pemikiran, perasaan, dan kekhawatiran yang sama dengan Mama. Tetapi jangan lupa: mereka pribadi yang berbeda dengan Mama, dan menjalani pengalaman yang berbeda dengan Mama. Membandingkan diri dengan hidup mereka hanya akan membuat Mama makin sedih.

3. Menyalahkan diri Mama
Coba ingat, berapa kali Mama berpikir atau mengatakan, "Mengapa saya harus mengalami hal ini? Apa kesalahan yang saya buat?" Hal ini terpikirkan ketika Mama merasa tidak diberkahi dengan kehadiran anak. Pastilah itu karena kesalahan yang Mama perbuat di masa lalu. Mungkin memang ada kesalahan yang Mama lakukan, misalnya menunda kehamilan, pernah menyakiti mantan, atau menolak pria yang dijodohkan pada Mama. Tetapi, hal itu bukan penyebab Mama sulit hamil. Jadi, jangan salahkan diri Mama karena alasan-alasan itu.

4. Terlalu cepat menguji kehamilan
Begitu besarnya keinginan agar cepat hamil, ketika terlambat datang bulan Mama langsung berharap bahwa itulah tanda bahwa kehamilan yang Mama tunggu telah tiba. Setelah terlambat tiga hari, Mama langsung mengujinya dengan test pack. Ternyata, belum tampak betul ada dua garis di alat tersebut. Setelah seminggu Mama mengujinya lagi, dan hasilnya tetap negatif.

Menurut Dr Amos Grunebaum, Professor of Clinicial Obstetrics and Gynecology di Ivy Leavy Medical School, New York, untuk mengetahui hasil tes kehamilan, pada dasarnya Mama perlu mengetahui kapan sel telur yang sudah dibuahi menempel di dinding rahim. Jika Mama hamil, tes kehamilan tidak akan menunjukkan tanda positif sampai 3-4 hari setelah implantasi sel telur, atau sekitar 10 hari setelah ovulasi, dan 4 hari sebelum menstruasi berikutnya. Banyak juga yang hasil tes kehamilannya positif 2 hari sebelum jadwal mens berikutnya.

Yang perlu Mama ketahui juga, terlambat datang bulan tidak selalu berarti hamil. Bisa saja Mama tidak haid karena sedang berovulasi. Itu sebabnya setiap perempuan yang ingin cepat hamil perlu mencatat grafik ovulasinya. Dengan demikian Mama akan tahu apakah Mama berovulasi atau tidak.

5. Merasa jadi korban
Mengapa di antara begitu banyak perempuan yang mampu hamil berulang kali, justru Mama yang terpilih sebagai perempuan yang sulit hamil? Mama merasa jadi korban. Tetapi, perlu diingat juga, Mama bukan satu-satunya perempuan yang mengalami infertilitas. Banyak perempuan lain yang sudah menjalani program bayi tabung berkali-kali dan tetap gagal hamil. Banyak yang memilih pasrah, dan tetap tidak hamil. Banyak juga yang berhasil, tapi menjalani kehamilan yang sulit, dan akhirnya keguguran.

Namun, mereka tetap berjuang. Tidak hanya berjuang untuk menjalani terapi kehamilan, tetapi juga berjuang untuk terus bekerja, terus menjaga keharmonisan rumah tangga, dan terus menjaga hubungan baik dengan keluarga besar. Jadi, Mama bukanlah korban. Mama adalah pejuang yang tetap punya pilihan untuk berbuat yang terbaik untuk hidup Mama dan Papa.

Itulah hal-hal yang tak boleh dilakukan jika ingin cepat hamil. Selain tak ada gunanya, juga akan membuat Mama semakin kecewa. Berbicaralah dengan pasangan, apa yang sebaiknya Mama lakukan. Apakah akan terus berusaha, atau berpasrah pada kehendak Tuhan. Bagaimana pun, Mama dan Papa yang akan menjalani hal ini. Jadi, mendengarkan keinginan dan harapan Mama dan Papa jauh lebih berarti.

Sumber : babble

PENULIS

Dini Felicitas

Confident is silent. Insecurities are loud.