Tenang Meski Posisi Janin Sungsang atau Melintang

Tenang Meski Posisi Janin Sungsang atau Melintang

Editor    : Ipoel

Tanggal : Rabu, 1 Juli 2015

Berbagi :

Tabloid-Nakita.com - Meski posisi janin sungsang atau melintang, Mama jangan kelewat cemas karena janin masih tetap bisa dilahirkan, meski kadang operasi sesar diperlukan untuk melahirkannya. Tenanglah meski posisi janin sungsang atau melintang.

 

Kejadian malpresentasi bayi melintang, menurut Arief, sangat kecil yakni sekitar 1:500 kelahiran. Namun kasusnya harus tetap diawasi ketat terutama pada trisemester ketiga kehamilan. Pasalnya, posisi bayi melintang dapat meningkatkan risiko cedera rahim atau jalan lahir pada mama jika terlambat dideteksi. Bila janin  sudah berkembang sempurna (masuk minggu ke-37) dan dalam posisi melintang, maka persalinan akan sulit dilakukan secara spontan/normal.

 

            Yang akan menjadi pertimbangan utama pada letak lintang adalah jika “kantong” ketuban pecah, tali pusat dapat “masuk” ke dalam jalan lahir. Hal ini dapat membahayakan janin karena tali pusat dapat ’terjepit’ sehingga dapat mengurangi aliran darah dan oksigen pada bayi. Bila kondisi ini terjadi, sesar merupakan pilihan persalinan.

 

Agar Tenang Meski Posisi Janain Sungsang atau Melintang

 

1. Percaya dan turuti nasihat dokter. Jika dokter meminta untuk sering-sering bersujud dan mengepel lantai dengan posisi nungging, lakukanlah tanpa enggan. Tanyakan juga persalinan bagaimana yang sebaiknya dilakukan, apakah memungkinkan untuk normal atau tidak, tanyakan dengan jelas positif dan negatifnya.

 

2. Tetap tenang, jauhi stres karena stres dapat memicu kontraksi rahim yang menyebabkan kejang dan sakit di bagian perut.

 

3. Periksa secara teratur ke dokter atau bidan untuk mengetahui perkembangan janin secara jelas juga posisinya.

 

4. Jika bayi diketahui ada pada posisi melintang pada awal-awal trimester ketiga, lakukan olahraga ringan seperti renang atau jalan kaki secara teratur yang disesuaikan dengan kemampuan dan tentu dengan seizing dokter kebidanan mama.

 

 

Narsum: Dr. Arief Gazali, SpOG, dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre, Kuningan, Jakarta.

 

PENULIS

Ipoel