Kebanyakan bayi lahir di pagi hari.

Mengherankan, Kebanyakan Bayi Lahir di Pagi Hari!

Editor    : Heni Wiradimaja

Tanggal : Kamis, 16 Februari 2017

Berbagi :

 

Nakita.Id - Katanya, kebanyakan bayi lahir ketika malam hari. Benarkah? Sebuah penelitian di Amerika Serikat justru menemukan sebaliknya. Sebuah laporan dari Center for Disease Control and Prevention’s Center for Health Statistics mengungkapkan lebih banyak bayi di AS dilahirkan pada pagi hari, biasanya antara pukul 8 hingga siang hari.

Laporan CDC mencakup sekitar 90% data sertifikat kelahiran pada 2013 yang terkait waktu kelahiran dengan cara membandingkan persalinan spontan, persalinan induksi, dan bedah sesar yang berlangsung di rumah sakit. CDC memulai pelacakan data waktu kelahiran yang dihubungkan dengan hari, sejak 2003.

Dalam laporannya, peneliti menemukan:

  • Selasa adalah hari lahir yang paling umum, diikuti oleh Senin.
  • Kelahiran pada hari Sabtu dan Minggu lebih mungkin terjadi pada larut malam dan dini hari dibandingkan kelahiran di hari Senin sampai Jumat.
  • Persentase tertinggi kelahiran berada pada pukul 8 pagi dan siang.
  • Persalinan yang terjadi di luar rumah sakit sebagian besar tiba  pada dini hari, antara pukul 01:00 sampai 04:59 atau pada jam paling sepi bagi kelahiran di rumah sakit.

Seorang demografer, TJ Mathews, yang menyusun data untuk CDC mengatakan bahwa timnya berencana melakukan analisis yang lebih terperinci dan menggunakannya untuk meningkatkan kepedulian di kalangan medis.

MENGAPA WAKTU LAHIR PENTING?

Dalam ilmu astrologi, waktu lahir dianggap signifikan dalam menentukan jalan hidup seseorang, terutama dalam hal percintaan, kebahagiaan, dan keuangan. Namun, dari segi ilmu pengetahuan, laporan CDC ini berkata lain: Peneliti Stanford University yang telah mengamati kelahiran lebih dari 3,3 juta bayi yang lahir antara 1992 dan 1999 di California menemukan bayi yang lahir di malam hari ternyata 12 sampai 16 persen lebih besar kemungkinannya untuk meninggal dalam 28 hari pertama.

Studi di Swedia pada 2003 juga menyimpulkan bayi yang lahir di malam hari lebih rentan, kemungkinannya karena perubahan jadwal petugas rumah sakit. Sebuah penelitian di Jerman dengan hasil yang sama menyatakan bahwa kelelahan para staf medis menjadi alasannya.

Dr. Michael R. Berman, Direktur Medis Persalinan dan Kelahiran di New York City’s Mount Sinai Beth Israel Hospital mengatakan peningkatan kelahiran di pagi dan siang hari juga terkait  dengan jadwal persalinan sesar yang sebagian besar dilakukan pada pagi hari.

Data CDC ini dapat membantu pengaturan staf medis yang menangani persalinan dan perawatan intensif bayi baru lahir agar keselamatan pasien lebih terjamin.

Dr. Astrid Jain, seorang  ahli kebidanan dan kandungan di Carolinas Medical Center di Charlotte, North Carolina mengakui petugas shift  pagi hingga siang hari memang lebih sigap, tetapi sebenarnya jika memang sudah saatnya, waktu kelahiran kapan saja adalah yang terbaik.

Jika waktu kelahiran dikaitkan dengan kinerja staf dan keselamatan pasien, Deborah L. Best, profesor psikologi di Wake Forest University, North Carolina menyarankan orangtua untuk mengaitkannya dengan makna di balik itu. Mengait-ngaitkan peristiwa dengan makna menurutnya cukup membantu orangtua dalam menghadapi berbagai ketidakpastian seputar kelahiran bayi.

Artinya, memang tidak mungkin merencakanan waktu kelahiran secara pasti, apakah pagi ke siang atau tengah malam ke subuh. ”Justru, keindahan dari peristiwa kelahiran normal adalah karena tidak ada yang bisa merencanakannya,” kata Jain. Ya, dokter pun hanya bisa memprediksi hari perkiraan lahir (HPL) si jabang bayi, bukan?

Sumber : today.com\/health

PENULIS

Avrizella Quenda