10 Fakta Tentang Bayi kuning

10 Fakta Tentang Bayi kuning

Editor    : Ipoel

Tanggal : Senin, 13 Februari 2017

Berbagi :

TabloidNakita.com - Kejadian kuning pada bayi ternyata bisa terjadi sekitar 50-60% saat bayi dilahirkan. Sementara, jumlah bayi kuning pada bayi yang lahir prematur lebih tinggi yakni sekitar 75-80%. Haruskah Ibu khawatir dengan kondisi ini? Lalu, hal-hal apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi bayi kuning? Berikut berbagai fakta seputar bayi kuning yang perlu Ibu ketahui.

Baca: 5 Penyebab Bayi Kuning

1. Mayoritas bayi mengalami kuning
Banyak bayi mengalami kuning, baik yang lahir normal maupun prematur. Kejadian kuning pada bayi baru lahir (BBL) cukup bulan sekitar 50—60% dan 75—80% pada bayi kurang bulan (BBLR). Pada bayi normal, umumnya kadar bilirubin akan mengalami peningkatan di hari ke-2 sampai ke-3 dan mencapai puncaknya di hari ke-8 (terhitung semenjak bayi dilahirkan). Selanjutnya di hari ke-9 berangsur-angsur turun kembali menuju angka normal (10 mg/dL). Sedangkan pada bayi prematur, kadar bilirubin akan mencapai puncaknya di hari ke-14. Hal ini menjadi faktor penyebab setelah pulang dari rumah sakit atau rumah bersalin, umumnya bayi disarankan menjalani pemeriksaan ulang pada hari ke-3 sampai ke-5 setelah kepulangan si bayi. Tujuannya untuk memantau kadar bilirubin sehingga dokter dapat memberikan tindakan yang cepat dan tepat bila terjadi peningkatan.

Baca: Kenali Ciri-ciri Bayi Kuning

2. Peningkatan kadar bilirubin terjadi akibat belum sempurnanya fungsi hati pada bayi baru lahir
Umumnya, usia sel darah merah (eritrosit) adalah 120 hari. Pada bayi, usia sel darah merahnya ada yang lebih pendek, kira-kira 90 hari. Sel darah merah yang sudah tua ini mengalami pemecahan dan terurai menjadi zat yang disebut “heme” dan “globin”. Heme akan diubah menjadi biliverdin dan melalui proses selanjutnya diubah menjadi bilirubin bebas (indirek). Semestinya, sisa pemecahan ini (bilirubin indirek) diproses oleh hati bayi menjadi bilirubin direk yang larut dalam air dan melalui saluran empedu selanjutnya dibuang melalui usus besar serta bercampur dengan feses atau kotoran. Namun, saat lahir, hati bayi belum cukup baik untuk melakukan tugasnya. Akibat proses pengolahan yang tidak sempurna itulah yang menyebabkan kuning pada bayi.

Mau tahu fakta berikutnya? Klik halaman selanjutnya di sini.

 

Sumber :

PENULIS

Ipoel