Penggunaan teknologi sudah begitu natural bagi mereka. (FOTO: TELEGRAPH)

INTRO 1

8 Fakta tentang Generasi Alpha yang Mama Wajib Tahu

Editor    : Dini Felicitas

Tanggal : Jumat, 6 Januari 2017

Berbagi :

Ciri-ciri tentang Generasi Alpha

Inilah fakta-fakta tentang anak Generasi Alpha:

1. Mereka bossy, dominan, dan suka mengatur. Anak Alpha merasa nyaman ketika menjadi orang yang memerintah. Anak-anak lainnya mirip induk ayam, senang mengurus orang lain, khususnya yang lemah. Hanya saja mereka juga terdorong untuk menunjukkan dominasi dengan mengeksploitasi kelemahan orang lain. Hal ini sebagai manifestasi mereka untuk menjadi yang pertama, terbaik, atau dikenal. Namun, tidak berarti mereka suka mem-bully.

"Kalau kita bicara tentang bullying, tentu ada niat untuk menyakiti atau mencelakai. Tetapi anak Alpha adalah anak yang asertif, mereka ingin memimpin tapi tidak berniat mencapainya dengan cara menyakiti orang lain," ujar Caroline Hunt, profesor psikologi di University of Sydney.

2. Mereka tak suka berbagi. Anak-anak Generasi Alpha terlihat enggan berbagi. Mereka menekankan pentingnya kepemilikan pribadi. Mereka mungkin akan tak mampu lagi mengatakan, "Ini buat kamu", dan akan lebih sering mengatakan, "Ini punyaku! Semua punyaku!"

3. Mereka tidak mau mengikuti aturan. Mama ingin mereka mewarnai gambar dengan rapi? Mereka pasti akan mematahkan crayon-nya. Apakah Mama ingin mereka memakai popok, bedong, jaket, atau mendudukkan mereka di kursi makan atau car seat, mereka selalu punya cara untuk meloloskan diri.

4. Teknologi menjadi bagian dari hidup mereka, dan tidak akan mengetahui dunia tanpa jejaring sosial. Anak Alpha sudah berkenalan dengan smartphone sejak bayi, dan tidak memandangnya sebagai sebuah alat. Teknologi akan terintegrasi begitu saja dalam hidup mereka. Mereka begitu mudah mengoperasikan smartphone yang bagi Mama terlihat rumit, dan lebih menyukainya ketimbang laptop atau komputer desktop. Mereka juga tertarik pada aplikasi yang menarik secara visual dan mudah digunakan, dan berharap semuanya dibuat sesuai kebutuhan mereka.

“Menggunakan teknologi itu akan terasa sangat alami buat mereka, dan perilaku itu akan memengaruhi generasi yang lebih tua, seperti kita lihat pada kaum millennial dan Gen Z," kata Dan Schawbel, direktur riset di Future Workplace dan penulis buku Promote Yourself.

5. Kemampuan berkomunikasi langsung jauh berkurang. Meskipun penggunaan teknologi dapat menawarkan banyak informasi, hal itu juga memberikan dampak yang kurang baik. Anak Alpha jadi sangat jarang berinteraksi langsung dengan orang lain karena sibuk dengan gadget-nya. Hal ini dengan sendirinya akan membuat kepedulian dan kemampuan berkomunikasi mereka berkurang. "Kami meyakini bahwa adopsi mereka terhadap teknologi, dan kemajuan teknologi akan membuat mereka kesepian, terpisah, dan jarang melakukan kontak langsung dengan orang lain," tambah Schawbel.

6. Mereka sangat jarang belanja di toko. Menurut Internet Retailer, pasar mobile commerce di Amerika tumbuh dari 75 milyar dollar pada 2014 menjadi 104 milyar dollar pada 2015. Angka ini kemungkinan besar akan terus meningkat, karena semakin banyak orang yang lebih nyaman berbelanja online melalui smartphone dan tablet. Bayangkan seberapa besar pasar m-commerce dan e-commerce ketika jumlah Generasi Z dan Generasi Alpha digabungkan. Kepraktisan membuat mereka lebih banyak berbelanja secara online.

7. Mereka akan sangat dimanjakan dan dipengaruhi oleh orangtua. Ada kemungkinan anak Alpha memiliki orangtua dengan jarak usia yang jauh, karena Generasi Y umumnya menunda untuk menikah dan punya anak. Orangtua millennial umumnya dibesarkan dengan cara yang istimewa, dan karena itulah mereka pun membesarkan anak-anak dengan cara yang sama. Menurut riset, setiap generasi saat ini lebih dipengaruhi oleh orangtua ketimbang teman-temannya. Hal ini dimanfaatkan oleh dunia bisnis, yang kemudian melibatkan orangtua dalam strategi pemasaran produk-produk untuk Generasi Alpha.

8. Mereka akan menjadi generasi yang lebih entrepreneurial. Setiap generasi saat ini akan menjadi lebih terbuka dengan kewirausahaan daripada sesudahnya karena mereka akan memiliki lebih banyak akses terhadap informasi, orang-orang yang berkepentingan, dan sumber-sumber lain lebih awal dalam hidupnya. Akan ada banyak wirausahawan Alpha yang membangun perusahaan sebelum usia 10 tahun. Banyak yang akan gagal dalam mengejar upaya bisnis tersebut, tetapi mereka akan banyak belajar dan punya keberuntungan yang lebih baik saat dewasa. Mereka akan menjadi entrepreneur yang lebih sukses karena banyak mengambil risiko lebih awal, dan punya waktu untuk membangun reputasi dan relasi lebih cepat daripada Generasi Millennial, Gen X, dan Baby Boomers.

Nah, menyimak fakta-fakta tentang Generasi Alpha ini, apa yang akan Mama lakukan?

Sumber : parentmap,business insider,adage

INTRO 1

PENULIS

Dini Felicitas

Confident is silent. Insecurities are loud.