Ini Cara Agar Kulit Anak Tidak Mudah Teriritasi

Ini Cara Agar Kulit Anak Tidak Mudah Teriritasi

Editor    : Ipoel

Tanggal : Senin, 16 Maret 2015

Berbagi :

Tabloid-Nakita.com - Kulit anak mudah bentol, memerah, gatal-gatal, timbul luka, bahkan menjadi korengan. Ada kemungkinan kulit anak memang mudah teriritasi. Kabar baiknya, ada cara untuk mencegahnya. Ini cara agar kulit anak mudah teriritasi :

1. Perhatikan kebersihan tubuh dan lingkungan anak. Pastikan rumah selalu bersih dan mandikan anak dua kali sehari. Jika masih ragu dengan kebersihan air,  campurkan beberapa tetes antiseptik pada air mandinya. Ini cara sederhana agar kulit anak tidak mudah teriritasi.

 
2. Kurangi kemungkinan peradangan pada kulit. Caranya dengan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan di sekitar anak. Misal, hindari penggunaan karpet yang dapat menjadi sarang bagi  tungau dan atau usahakan tempat tidur anak diberi kelambu agar terbebas dari nyamuk.

 
3. Memberikan ASI hingga anak berusia dua tahun. Cara ini paling mudah dan paling ampuh untuk pencegahaan. Anak-anak yang memiliki bakat hipersensitivitas pada kulitnya umumnya akan terbantu dengan konsumsi ASI yang memadai. Di dalam ASI terkandung zat antibodi IgE. Mengapa diperlukan ASI sampai 2 tahun? Sebab di masa batita kulit  anak masih  sensitif. Setelah anak beranjak besar umumnya hipersensivitasnya akan berkurang, bahkan pada beberapa anak hilang sama sekali. Meski demikian tetap ada yang gejalanya sama sekali tidak berkurang.
 

4. Pilihlah pakaian yang dapat menyerap keringat dan tak membuat gatal. Hindari penggunaan pakaian dari bahan wol, sehingga kulit anak tidak mudah teriritasi.

 
5. Pastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Gizi yang baik akan meningkatkan daya tahan tubuhnya, sekaligus ketahanan kulit anak.


6. Cara agar kulit anak tidak mudah teriritasi lainnya, kenakan pakaian tertutup terutama di tempat yang banyak  nyamuk atau serangganya. Penggunaan krim antinyamuk dapat diberikan jika Anda yakin anak cocok dengan krim itu.

Bila sudah terjadi peradangan dan rasa gatal yang berlebihan atau mengganggu, segera konsultasikan hal ini pada  dokter. Pengobatan yang benar bisa mengurangi rasa gatal dan mencegah anak menggaruk berlebihan. Jangan lupa, garukan dapat menyebabkan luka maupun infeksi sekunder serta bekas yang sulit hilang.

Bekas yang timbul setelah luka sembuh, umumnya dapat hilang sendiri. Terkadang pemakaian krim-krim pelembap dapat membantu meregenerasi kulit anak. Krim-krim ini tidak memiliki efek negatif selama dipakai sesuai aturan dan diberikan oleh dokter.

Namun ada penderita yang bekas luka di kulitnya susah hilang. Kondisi ini bisa disebabkan kulit yang kering atau kurang kelembapan. Jadi, berikan apa yang dibutuhkan kulit. “Kulit perlu minyak dan air. Minyak berguna untuk melumas permukaan kulit sedangkan air untuk melembapkan melalui jalan darah. Jika air di dalam sel dijaga (dengan banyak minum air putih), kulit pun akan awet sehat,” papar Radijanti.

Penyebab kurangnya kelembapan pada kulit bisa oleh kurang gizi atau komposisi gizi yang tidak tepat. Contoh  penderita kurang vitamin A dan B. Bisa juga lantaran  ia kurang sinar matahari, terkena efek bahan kimia kosmetik, serta sabun mandi yang tidak cocok.

Untuk mengatasinya baik anak dan dewasa umumnya tidak dibedakan. Yakni mengonsumsi vitamin A dan E minimal selama 3 bulan (sesuai petunjuk dokter), memperbanyak asupan buah dan sayur yang mengandung betakaroten, misalnya pisang, telur, asparagus, bawang putih, dan bawang bombai. Plus, minum air putih secukupnya dan sering.

Untuk perawatan luar, bisa memakai sabun bebas paraben atau sabun mandi PH balance. Body lotion juga sebaiknya bebas paraben, berbahan dasar air, serta organik. Yang perlu dihindariadalah minuman dan makanan manis, makanan dari terigu, gorengan, serta soft drink.

Sudah paham kan Mama cara agar kulit anak tidak mudah teriritasi?
 

PENULIS

Ipoel