Anak Sekarang Lebih Pintar Gadget-an daripada Memakai Sepatu Sendiri

Anak Sekarang Lebih Pintar Gadget-an daripada Memakai Sepatu Sendiri

Editor    : Dini

Tanggal : Kamis, 30 Juni 2016

Berbagi :

Tabloid-Nakita.com - Mama pasti kerap terheran-heran dengan kemampuan anak-anak sekarang dalam mengadaptasi teknologi. Si batita sudah begitu lancar mengoperasikan smartphone atau gadget milik Mama, hanya dengan mengamati cara Mama menggunakannya. Mereka hafal sekali dengan simbol-simbol atau ikon pada gadget.

Sayangnya, kemampuan mereka menggunakan teknologi tidak berbanding lurus dengan kecakapan hidup (life skill) mereka. Artinya, meskipun mereka terlihat pintar memahami teknologi, namun mereka tidak mampu melakukan tugas sehari-hari, seperti menyiapkan sarapan sendiri.

Hal ini dibuktikan dari studi online dari AVG Technologies, yang digelar di 10 negara. Studi yang dibuat dalam serial ini disebut AVG Digital Series. Setiap tahap dari pengujian dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana internet telah memengaruhi perkembangan anak, mulai dari usia nol sampai dua tahun.

Mayoritas anak batita usia 2-5 tahun (58 persen) mampu menggerakkan mouse, memainkan game komputer, dan mengoperasikan smartphone, tapi tidak sanggup mengerjakan tugas sehari-hari seperti mengikat tali sepatu, naik sepeda, atau membuat sarapan. Hanya 1-6 persen anak yang bisa menyiapkan sarapan sendiri.

AVG juga mendapati bahwa lebih banyak anak (25 persen) yang tahu cara membuka browser daripada berenang tanpa dibantu (20 persen).

Kemampuan terhadap teknologi ini sama di antara anak laki-laki dan perempuan, terbukti anak laki-laki (58 persen) dan anak perempuan (59 persen) sama-sama familiar dengan game komputer atau menggunakan ponsel untuk menelepon (28 persen anak laki-laki dan 29 anak perempuan).

Tetapi, anak-anak dengan ibu berusia 35 tahun ke atas lebih memiliki kecakapan hidup daripada anak-anak dengan orangtua yang lebih muda. Sebanyak 40 persen batita mampu menuliskan nama mereka sendiri jika ibu mereka berusia di atas 35 tahun, sedangkan anak-anak yang ibunya berusia 34 tahun ke bawah hanya 34 persen yang bisa menulis nama mereka sendiri.

(Dini/The Daily Mail)

PENULIS

Dini