Yuk, Ajak Bayi Bicara

Yuk, Ajak Bayi Bicara

Editor    : Ipoel

Tanggal : Kamis, 20 Juni 2013

Berbagi :

Tahukah Anda bahwa orangtua yang sering membacakan cerita untuk bayinya menjelang tidur akan membuat si kecil memiliki kemampuan verbal yang lebih baik daripada yang orangtuanya  tidak pernah/jarang membacakan cerita. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan berdua dengan bayi, maka semakin bagus pengaruhnya. Penelitian lain yang dilakukan di China Selatan dan Timur dengan melibatkan 4.190 bayi menyebutkan bahwa bayi yang lahir melalui proses operasi sesar cenderung lebih tenang, sedangkan bayi yang lahir melalui proses lainnya lebih “aktif mengeluarkan suara”. Penelitian ini dilakukan dengan terus memantau si bayi sampai berusia 4-5 tahun. Kesimpulan sementara menyebutkan hal ini terkait dengan hormon pada waktu proses persalinan.

Satu lagi, sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Chicago menyebutkan bahwa orangtua yang cerewet, alias aktif berbicara dengan disertai gerakan tangan dan mimik wajah akan lebih cepat ditangkap bayi dan ditirukan, sehingga bayinya lebih cepat bicara. Pada gilirannya, banyaknya informasi yang terserap akan membuat anak lebih cerdas.

Melalui sederet fakta di atas, dapat dipastikan peran vital orangtua pada perkembangan bahasa/komunikasi bayinya. Meski belum ada penelitian yang menyebutkan apakah orangtua yang pendiam akan membuat kemampuan verbal bayinya “kalah” dibanding bayi yang orangtuanya cerewet, setidaknya melalui beberapa fakta tersebut, jelas dibutuhkan peran aktif orangtua untuk menstimulasi bayinya. Stimulasi seperti apa yang bisa dilakukan orangtua?

• Ajak bercakap-cakap.

Bahkan sejak 30 hari pertama dalam hidupnya, bayi sudah bisa mengerti pembicaraan orangtuanya, meski kata-kata itu hanya didengar kemudian diserap dalam memorinya, tanpa ia bisa menanggapinya. Tak masalah. Orangtua bisa terus mengajaknya bicara, seolah-olah pembicaraan itu “nyambung”.  Kalau anak memberi respons tertentu seperti tertawa senang, tanggapi dengan kata-kata, “Wah, Adek senang ya, sampai tertawa-tawa.” Selama berbicara harus ada kontak mata, usahakan gerak bibir juga jelas, sehingga selain mendengar anak juga bisa belajar “menirukan” gerak bibir orangtuanya. Komentari segala aktivitas yang dilakukan bersama anak, seperti saat mengganti popok, memandikan, atau ceritakan aktivitas yang sedang dilakukan orangtua.

• Bermain cermin.

Mengajak anak bermain di depan cermin juga bermanfaat untuk mengasah kemampuan verbalnya. Tunjuk anggota tubuh yang dimaksud sambil menyebutkan namanya. “Ini tangan Mama, ini tangan Adik.” Tak hanya itu, sering-seringlah menyebutkan nama benda/anggota tubuh/apa pun yang saat itu sedang dilihat/dipegangnya. Semakin banyak kata-kata baru yang didengarnya setiap hari, semakin banyak stimulasi yang didapat.

• Membacakan buku cerita.

Seperti sudah disebutkan di atas, membacakan buku cerita banyak manfaatnya untuk menstimulasi kemampuan komunikasi anak. Meski menurut penelitian, ayah yang membacakan buku cerita lebih banyak efeknya, namun tidak berarti ibu tak perlu melakukannya. Saat ayah tidak bisa, ibu yang menggantikannya.

• Bernyanyi

Bernyanyi adalah kegiatan menyenangkan dan mendatangkan banyak manfaat, salah satunya mengasah kemampuan komunikasi bayi. Saat orangtuanya bernyanyi, bayi merekam kata-kata yang terucap. Ekspresi gembira/bahasa tubuh yang diperlihatkan orangtua akan membuatnya bayi ikut gembira.

• Beri kesempatan.

Beri kesempatan pada bayi untuk mengeluarkan suaranya, meskipun tanpa makna. Caranya, dengan sering-sering mengajaknya bicara/bertanya. “Ini Adek lagi ngapain sih? Oh, ganti popok ya? Kenapa? Ngompol?” Berikan respons saat anak mengeluarkan bunyi menanggapi pembicaraan orangtuanya.

• Tirukan suaranya.

Bila ia mengeluarkan bunyi seperti, “Aaagghh...” cobalah untuk menirukannya, permainan ini menjadi dasar baginya untuk menirukan perkataan orangtuanya kelak. Selain itu, ucapkan nama benda  atau kata sifat yang digunakan dan ditemui sehari-hari dengan cara terus mengulang-ulang untuk merangsang bayi meniru apa yang kita ucapkan meskipun hasilnya tidak jelas.

 

PENULIS

Ipoel